REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Hannah Einbinder dan Susan Sarandon termasuk di antara sekitar 100 demonstran yang ditahan polisi di New York City saat memprotes Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang dijadwalkan berpidato di Majelis Umum PBB. Aksi tersebut berlangsung di sekitar markas PBB pada Kamis (24/9/2026).
Para demonstran melakukan aksi duduk dan memblokir jalan sebagai bentuk protes atas genosida Israel di Gaza, Palestina. Menurut keterangan polisi, aksi tersebut tidak mendapat izin sehingga mereka diminta untuk bubar. Namun sejumlah demonstran termasuk Eibinder dan Sarandon tetap bertahan, hingga akhirnya ditahan.
Foto-foto mereka saat digiring dari lokasi protes dalam keadaan diborgol menjadi viral di media sosial. Keduanya kemudian dibebaskan bersama para demonstran lain yang ditahan dalam aksi tersebut.
Sebelum ditahan, Einbinder juga menjelaskan alasannya ikut dalam demonstrasi melalui video yang dibagikan Jewish Voice for Peace dan Sunrise Movement. la juga mengatakan para demonstran menolak perang di Iran dan Lebanon serta menolak genosida Israel di Palestina.
"Kami berada di sini untuk memprotes kehadiran Benjamin Netanyahu, yang merupakan arsitek genosida yang didukung oleh pendanaan dari Amerika Serikat," kata Einbinder dilansir laman Variety, Jumat (25/9/2026).
Lalu setelah dibebaskan, Einbinder yang dikenal atas perannya di serial "Hacks" meminta penggemar untuk fokus pada tuntutan aksi, bukan hanya pada foto-foto dirinya saat ditahan. Melalui pesan di Instagram Story, dia menegaskan bahwa rakyat Palestina masih menderita akibat genosida Israel yang terus berlangsung.
"Jika foto saya dan teman-teman saat ditangkap dalam aksi protes terhadap kunjungan memalukan Netanyahu ke New York ini berhasil menarik perhatian kalian, saya mohon tujukan perhatian kalian pada genosida yang dilancarkan Israel terhadap rakyat Palestina dan Lebanon Selatan. Israel terus menghancurkan rumah, pengeboman terhadap warga saat mereka tidur," kata Einbinder.
Einbinder juga mengkritik pemerintah Amerika Serikat. Menurut dia, pemerintah AS memiliki kekuatan untuk mengakhiri pembunuhan, penjarahan dan perampasan tanah, tetapi justru memilih menyambut Netanyahu.
"Fakta bahwa dalang di balik pertumpahan darah ini bebas berkeliaran di kota-kota AS, karena baik partai Republik maupun Demokrat, memfasilitasi dan melindungi arsitek genosida seperti Netanyahu," kata dia.