Elephants

Aktivis lingkungan di Jambi bagikan masker ke pengemudi kendaraan - ANTARA News Jambi

August 14, 2026

Kota Jambi (ANTARA) - Sejumlah aktivis lingkungan di Kota Jambi menggelar aksi pembagian masker dengan menyasar masyarakat pengguna kendaraan yang melintas di jalan protokol di wilayah tersebut.

"Aksi ini kita lakukan untuk mengingatkan kita semua, baik masyarakat maupun Pemerintah Provinsi Jambi," kata aktivis lingkungan, Riono di Kota Jambi, Jumat.

Menurut dia, aksi ini bukan sekadar mengajak masyarakat menggunakan masker, tetapi juga merupakan bentuk seruan kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mengedepankan langkah pencegahan dan mitigasi.

Aksi ini juga dilakukan sebagai bentuk peringatan sekaligus dorongan kepada pihak terkait guna menyikapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang setiap tahunnya di Jambi.

Untuk itu, ia mendorong gubernur hingga aparat kepolisian agar ada langkah pencegahan dan mitigasi yang konkret, karena bencana ini tidak bisa lepas dari pembenahan tata kelola lingkungan, khususnya pada ekosistem gambut dan sistem hidrologi.

Melalui aksi pembagian masker, dia berharap ada langkah nyata dari pemangku kebijakan untuk menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi masyarakat Jambi dari dampak buruk asap dan karhutla.

Karena itu, pemerintah perlu menyelesaikan akar persoalan melalui tata kelola ekosistem gambut di Jambi agar bisa berjalan dengan baik.

"Supaya ke depan bencana kebakaran hutan dan lahan tidak lagi menjadi agenda tahunan yang terus berulang," tutupnya.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Amiruddin mengaku sejak seminggu terakhir kabut asap mulai melanda Kota Jambi terutama saat pagi hari.

Ia berharap kebakaran lahan di Jambi bisa segera diatasi oleh semua pihak yang terlibat, supaya peristiwa ini tidak berdampak terhadap aktivitas dan kesehatan warga.

"Semoga bencana kebakaran ini bisa cepat berlalu," ujarnya.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.