Tapanuli Selatan (ANTARA) - PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) resmi membuka Olympiad Agincourt Resources (OlympiAR) 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (4/9), sebagai bagian dari upaya memperkuat talenta geosains dan pertambangan berkelanjutan di Indonesia, termasuk dari wilayah Sumatra.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, kompetisi nasional bagi mahasiswa tersebut mengusung tema “Orebody to Ecosystem: Integrating Mining Performance and Environmental Resilience” dan dihadiri sekitar 500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. OlympiAR merupakan bagian dari program E-Coaching Jam (ECJ) Agincourt Resources yang menjadi wadah pembelajaran dan interaksi mahasiswa dengan praktisi serta pakar industri.
Director Operations PT Agincourt Resources Rahmat Lubis mengatakan OlympiAR dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam mengambil keputusan yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan keselamatan, lingkungan, masyarakat dan keberlanjutan operasi pertambangan.
“Orebody adalah awal dari rangkaian keputusan, bukan akhir dari pekerjaan geologi. Data yang kita bangun akan memengaruhi desain tambang, keselamatan, pengelolaan air dan material sisa, rehabilitasi hingga pascatambang,” ujar Rahmat saat pembukaan.
Menurut dia, kemampuan mengintegrasikan aspek geosains, pertambangan dan lingkungan perlu dibangun sejak mahasiswa sehingga calon tenaga profesional memiliki cara pandang yang utuh terhadap industri. Karena itu, partisipasi mahasiswa dari Sumatra menjadi bagian penting dalam pengembangan talenta geosains yang memiliki kedekatan dengan potensi sumber daya mineral di kawasan tersebut.
Capaian OlympiAR 2024 menunjukkan besarnya minat mahasiswa terhadap kompetisi tersebut. Sebanyak 161 tim dari 28 universitas mengikuti babak pertama, setelah jumlah pendaftar meningkat signifikan dibanding penyelenggaraan 2022. Dalam kompetisi itu, tim Hornblende dari ITB meraih juara pertama setelah menyisihkan ratusan peserta, sementara tim dari Universitas Syiah Kuala menjadi wakil Sumatra yang berhasil menembus 20 besar.
Ketua MGEI Rosalyn Wuliandhary menilai kemampuan mengintegrasikan geosains dengan keputusan teknis serta dampak lingkungan semakin penting seiring meningkatnya tuntutan terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab. “Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya kuat dalam geosains atau mining, tetapi mampu berpikir secara integratif, menghubungkan geosains, mining, processing, teknologi, ekonomi, lingkungan dan masyarakat,” katanya.
OlympiAR 2026 terbuka bagi mahasiswa geologi dan geosains, teknik pertambangan, ilmu kebumian, teknik lingkungan serta bidang terkait. Rangkaian kegiatan meliputi talk show, kompetisi daring, mentoring, pelatihan teknologi geosains, penyelesaian studi kasus hingga presentasi final. Selain hadiah uang tunai, juara pertama berkesempatan mengikuti program magang di Tambang Emas Martabe, Batang Toru, Tapanuli Selatan.
Agincourt Resources juga mendorong partisipasi mahasiswa dari luar Jawa melalui penghargaan khusus bagi peserta dari perguruan tinggi di Sumatra. Setelah pembukaan di ITB, rangkaian OlympiAR 2026 dilanjutkan di Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, pada 8 September 2026. Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian mengatakan OlympiAR diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk menguji kemampuan, memperluas wawasan, membangun jejaring dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.