Elephants

Adik Perempuan Kim Jong Un Ancam Jepang dengan 'Opsi Militer Tambahan'

August 5, 2026

Korea Utara Sebut Jepang Berubah Menjadi "Negara Perang"

Dalam pernyataannya, Kim Yo Jong menuduh Jepang sedang mempercepat transformasi menjadi "negara perang" dengan memperluas kemampuan militernya.

Menurutnya, pemerintah Jepang memanfaatkan meningkatnya ketegangan geopolitik untuk memperkuat persenjataan yang mampu melakukan serangan jarak jauh.

Ia menyoroti sejumlah langkah Tokyo, termasuk uji coba rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat yang ditembakkan dari kapal perusak Jepang di Samudra Pasifik.

Selain itu, Kim juga menyinggung pengerahan rudal jarak jauh antikapal dan proyektil luncur berkecepatan tinggi di pangkalan militer Jepang di Prefektur Kumamoto dan Shizuoka pada Maret lalu.

Menurutnya, keterlibatan Jepang dalam latihan militer yang dipimpin Amerika Serikat di Filipina pada Mei lalu—yang disebut sebagai peluncuran rudal ofensif pertama di luar wilayah Jepang sejak Perang Dunia II—menjadi bukti perubahan strategi pertahanan Tokyo.

Pyongyang Nilai Pasukan Bela Diri Jepang Kini Bersifat Ofensif

Kim Yo Jong menilai kepemilikan berbagai senjata jarak jauh telah mengubah karakter Pasukan Bela Diri Jepang dari sekadar pertahanan menjadi kekuatan yang memiliki kemampuan serangan pendahuluan.

Ia mengeklaim peningkatan jangkauan operasi militer Jepang menunjukkan reorganisasi angkatan bersenjata yang berorientasi pada serangan lebih dulu dan operasi di luar negeri.

AS Dituding Dalang Penguatan Militer Jepang

Dalam pernyataannya, Kim juga menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang mendorong ekspansi militer Jepang.

Ia menyebut Jepang bersama Korea Selatan bertindak sebagai ujung tombak kebijakan keamanan Washington di kawasan Asia-Pasifik.

Menurut Kim, peningkatan kerja sama militer antara Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara sekutu justru memperbesar ancaman terhadap stabilitas kawasan.

Jepang Perkuat Pertahanan Sejak 2022

Pemerintah Jepang memang terus meningkatkan postur pertahanannya sejak mengadopsi Strategi Keamanan Nasional pada akhir 2022.

Strategi tersebut membuka jalan bagi Jepang untuk memiliki kemampuan serangan balasan (counterstrike capabilities), termasuk pengadaan rudal jarak jauh yang dapat digunakan menyerang lokasi peluncuran musuh apabila Jepang diserang.

Langkah itu menjadi perubahan besar dalam kebijakan pertahanan Jepang yang selama puluhan tahun berfokus pada prinsip pertahanan diri pasca-Perang Dunia II.

Korea Utara Siapkan Respons Militer

Sehari sebelumnya, media pemerintah Korea Utara juga mengecam latihan angkatan laut multinasional yang dipimpin Amerika Serikat di Hawaii serta peningkatan kerja sama militer Washington dengan para sekutunya, termasuk restrukturisasi komando Pasukan Amerika Serikat di Jepang.

Kim Yo Jong menegaskan Korea Utara tidak akan tinggal diam menghadapi perubahan strategi militer Jepang.

Ia bahkan menyatakan Pyongyang akan membuat Jepang merasakan konsekuensi dari peningkatan kemampuan militernya.

Menurut Kim, atas otorisasi dari kepemimpinan Korea Utara, militer negara tersebut akan menyiapkan opsi-opsi militer tambahan sebagai respons terhadap transformasi pertahanan Jepang yang dinilai semakin mengancam keamanan Korea Utara.

Sumber: UPI