Elephants

9 Sentimen Bayangi RI Pekan Ini: Super Wednesday - Pertemuan IMF

October 11, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia berakhir cerah pada akhir pekan lalu. Bursa saham dan rupiah menguat meskipun ada kekhawatiran terhadap kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan menghadapi banyak tekanan pada pekan ini seiring dengan banyaknya data ekonomi global serta pertemuan penting di Thailand. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar keuangan hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,04% ke level 6.093,76 pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (9/10/2026), setelah sempat anjlok ke bawah level psikologis 6.000. Dalam sepekan, IHSG naik 0,94%.

Penguatan IHSG ditopang sektor industri yang naik 2,1%, disusul material dasar sebesar 1,7% dan konsumer non-primer 1%.
Sebanyak 381 saham menguat, 238 saham melemah dan 172 stagnan.

Investor asing akhirnya mencatat net buy sebesar Rp 29,63 miliar di semua market. Namun, dalam sepekan masih mencatat net sell sebesar Rp 3,75 triliun.

Di tengah penguatan indeks, saham PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) menjadi jawara pekan lalu dengan lonjakan 102,50% ke Rp81. 
Saham PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) menyusul dengan kenaikan 85,71% ke Rp39, sementara saham PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) melesat 59,62% ke Rp83.

Sebaliknya, saham PT ERA Merida Sejahtera Tbk (DOOH) menjadi saham dengan penurunan terdalam, anjlok 26,23% ke Rp270. Saham PT Inter Delta Tbk (INTD) turun 22,68% ke Rp300, sementara saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) terkoreksi 21,54% ke Rp204.

Dari pasar mata uang, rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Jumat (9/10/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup melemah.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.875/US$ atau menguat 0,08% dibandingkan penutupan Kamis (8/10/2026) di Rp17.890/US$.

Dalam sepekan, rupiah masih melemah 0,04%.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melesat ke 7,237% pada Jumat atau posisi tertinggi sejak 7 Agustus 2026.
Kenaikan imbal hasil ini menandai Harga SBN yang tengah jatuh karena dijual investor.