Elephants

80 huntap korban bencana hidrometeorologi mulai dibangun di Agam

September 3, 2026

Lubukbasung (ANTARA) - Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan sebanyak 80 unit hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi mulai dibangun di Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan.

"Pembangunan 80 unit huntap memasuki tahapan pelaksanaan di Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Kecamatan Palembayan," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Agam Rinaldi di Lubuk Basung, Kamis.

Ia mengatakan tahap awal ditandai dengan penyerahan lokasi pekerjaan dan personel serta pelaksanaan awal bersama Mutual Check Awal (MC-O) di Nagari III Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Rabu (2/9/2026).

Penyerahan lokasi pekerjaan dipimpin Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus Satker Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman () Sumbar Ridho Ruzika.

"Kegiatan turut dihadiri unsur Polsek Palembayan, Koramil 11 Palembayan, pemerintah Kecamatan Palembayan, perangkat Nagari Tigo Koto Silungkang, tokoh masyarakat, serta Direktur PT Dame Uli Jadiaman Indah selaku pelaksana pekerjaan," katanya.

Ia menambahkan pembangunan huntap merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.

"Pembangunan huntap ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan rumah, tetapi juga merupakan bagian dari proses pemulihan masyarakat agar dapat kembali menjalan kehidupan secara aman dan layak," katanya.

Ia berharap seluruh pihak ikut mengawal pembangunan agar berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat penerima.

Huntap ini diperuntukkan bagi warga Kecamatan Palembayan yang merupakan korban terdampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir 2025.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus Satker Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman () Sumbar Ridho Ruzika menekankan agar pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan.

"Koordinasi antara pemerintah, pelaksana, aparat keamanan, pemerintah nagari, dan masyarakat juga dinilai penting selama proses pembangunan," katanya.

Dengan dimulainya tahap pelaksanaan, pembangunan 80 unit huntap di Nagari III Koto Silungkang diharapkan berjalan optimal, sesuai mutu dan waktu yang ditetapkan, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak bencana.