CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 14:15 WIB
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --
Melihat kucing tidur hampir sepanjang hari mungkin membuat banyak babu kucing bertanya-tanya. Baru bangun sebentar untuk makan atau bermain, tak lama kemudian ia kembali meringkuk dan terlelap.
Lantas, mengapa kucing bisa tidur begitu lama? Ternyata, kebiasaan tersebut merupakan bagian dari perilaku alami mereka. Meski begitu, dalam beberapa kondisi, durasi tidur yang berlebihan juga dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan.
Berikut sejumlah alasan mengapa kucing menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kucing memang membutuhkan waktu tidur lebih lama
Mengutip PetMD, kucing dewasa rata-rata menghabiskan 12 hingga 16 jam setiap hari untuk tidur. Sementara itu, anak kucing dapat tidur hingga 20 jam sehari karena tubuhnya masih berada dalam masa pertumbuhan.
Di sisi lain, kucing senior juga cenderung tidur lebih lama karena aktivitasnya mulai berkurang akibat faktor usia maupun kondisi kesehatan. Durasi tersebut memang jauh lebih panjang dibandingkan manusia yang rata-rata membutuhkan tujuh hingga delapan jam tidur setiap malam. Namun, bagi kucing, pola tidur seperti ini sepenuhnya normal.
2. Menyimpan energi untuk berburu
Salah satu alasan utama kucing tidur lama berkaitan dengan naluri alaminya sebagai pemburu. Kucing merupakan stalk-and-rush hunter, yakni predator yang mengintai mangsa sebelum menyerang dalam waktu singkat.
Aktivitas seperti mengejar, melompat, dan menangkap mangsa menguras banyak energi. Karena itu, setelah aktif bergerak, tubuh kucing membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan tenaga. Di alam liar, siklus ini dapat terjadi berulang kali dalam sehari.
Pilihan Redaksi
- Gegara Digigit Kutu Kecil, Wanita Ini Tak Bisa Makan Daging Selamanya
- Berapa Bulan Kucing Hamil? Ini Ciri-ciri Kucing Mau Melahirkan
- Ini 8 Tanda Kucing Sedang Bosan, Saatnya Buat Main Bareng!
3. Tidak selalu benar-benar tidur
Meski terlihat terlelap, sebagian besar waktu tidur kucing sebenarnya merupakan tidur ringan atau catnap. Fase ini biasanya berlangsung sekitar 15 hingga 30 menit. Saat catnap, tubuh kucing beristirahat, tetapi otaknya tetap cukup waspada terhadap suara, aroma, maupun gerakan di sekitarnya.
Reader's Digest menyebutkan, kucing hanya memasuki fase tidur lelap selama sekitar lima hingga 15 menit sebelum kembali ke kondisi setengah terjaga. Itulah sebabnya mereka bisa langsung bangun ketika mendengar suara bungkus makanan atau pintu kulkas dibuka.
4. Lebih aktif saat fajar dan senja
Jika kucing Anda lebih banyak tidur pada siang hari, tetapi justru aktif saat malam atau menjelang subuh, hal tersebut juga termasuk perilaku normal.
Kucing merupakan hewan krepuskular, yaitu hewan yang paling aktif saat matahari terbit dan menjelang senja. Jam biologis ini membuat mereka lebih memilih beristirahat pada siang hari, lalu kembali aktif ketika cahaya mulai redup.
5. Merasa bosan
Tidur juga menjadi cara kucing menghabiskan waktu ketika lingkungan di sekitarnya kurang memberikan rangsangan. Kucing yang jarang diajak bermain atau tidak memiliki aktivitas cenderung lebih sering tidur.
Untuk mengurangi kebosanan, pemilik disarankan menyediakan permainan interaktif, cat tree, scratching post, atau meluangkan waktu bermain bersama setiap hari.
6. Mengalami stres
Perubahan pola tidur tidak selalu berkaitan dengan rasa lelah. PetMD menjelaskan bahwa stres atau kecemasan juga dapat membuat kucing tidur lebih lama dari biasanya.
Beberapa pemicunya antara lain perubahan anggota keluarga, pindah rumah, perubahan jadwal makan, hingga kehadiran hewan peliharaan baru.
7. Bisa menjadi tanda gangguan kesehatan
Meski tidur dalam waktu lama merupakan hal yang normal, pemilik tetap perlu mewaspadai jika perubahan pola tidur disertai gejala lain. Tidur berlebihan yang diikuti hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, tubuh lemas, muntah, atau kesulitan bergerak dapat menjadi tanda penyakit tertentu, seperti gangguan ginjal, diabetes, penyakit jantung, hipertiroidisme, hingga infeksi.
Pada kucing lanjut usia, nyeri sendi atau arthritis juga dapat membuat mereka lebih banyak beristirahat. Apabila pola tidur berubah secara tiba-tiba dan berlangsung terus-menerus, sebaiknya segera periksakan kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
(anm/tis)
[Gambas:Video CNN]