Elephants

5 Penyebab Got Cepat Tersumbat Saat Hujan dan Cara Mengatasinya

September 17, 2026

Menurut informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2024, lebih dari 40% kejadian banjir di kota-kota Indonesia disebabkan oleh tersumbatnya saluran drainase. Memahami penyebab utama masalah ini adalah langkah penting untuk mencegah dan menangani dampak yang lebih parah.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor di Aceh Tengah, 1 Warga Tewas dan 13 Luka-luka

Mengapa Saluran Got Mudah Tersumbat Saat Hujan

Saluran got, yang seharusnya mengalirkan air hujan dengan baik, sering kali mengalami penyumbatan di musim hujan. Hal ini terjadi karena peningkatan volume air yang membawa berbagai material dan mengakibatkan penumpukan di saluran drainase.

Kapasitas saluran got yang terbatas tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi bersamaan dengan sampah dan sedimen yang ada. Kombinasi dari faktor-faktor ini menciptakan kondisi kritis yang berujung pada genangan dan banjir di beragam lokasi.

5 Penyebab Utama Saluran Got Cepat Tersumbat Saat Hujan

Sampah Plastik dan Limbah Rumah Tangga

Satu dari penyebab utama penyumbatan saluran got di Indonesia adalah sampah plastik. Botol, kantong plastik, dan kemasan makanan yang dibuang sembarangan dapat terbawa aliran air hujan dan menumpuk di saluran drainase.

Laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2024 menyebutkan bahwa hampir 60% penyumbatan saluran air di kawasan perkotaan disebabkan oleh sampah plastik. Bahan ini sulit terurai dan membentuk gumpalan yang menghalangi aliran air secara keseluruhan.

Limbah rumah tangga seperti sisa makanan, minyak goreng, dan deterjen juga memperburuk situasi. Minyak yang mengeras dan sisa makanan menciptakan lapisan lengket yang menjebak sampah lainnya dan mempercepat proses penyumbatan.

Sedimen dan Lumpur dari Lahan Terbuka

Air hujan membawa tanah dan lumpur dari area kosong atau lokasi konstruksi, yang kemudian mengendap di dasar saluran got. Proses sedimentasi ini secara bertahap mengurangi kapasitas tampung saluran hingga akhirnya bisa tersumbat sepenuhnya.

Proyek pembangunan yang tidak dilengkapi dengan sistem pengelolaan sedimen memperburuk keadaan. Tanah yang tidak tertutup dengan baik mudah tererosi dan masuk ke dalam sistem drainase saat hujan turun.

Data dari Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta pada tahun 2024 menunjukkan bahwa 25% saluran got mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Keadaan ini memerlukan pengerukan secara rutin, yang dapat memerlukan biaya cukup besar.

Daun Kering dan Ranting Pohon

Tanaman di sekitar saluran drainase menjadi sumber material organik yang dapat menyumbat got selama musim hujan. Daun kering yang jatuh dan terbawa aliran air hujan seringkali menumpuk di lubang-lubang got dan menghalangi aliran.

Ranting dan dahan pohon yang patah saat hujan deras juga ikut terbawa ke saluran drainase. Material ini dapat menciptakan penghalang alami yang menjebak sampah lainnya dan menambah tingkat penyumbatan.

Dimensi dan Desain Saluran Tidak Memadai

Banyak saluran got yang dibangun puluhan tahun yang lalu tidak didesain untuk menampung volume air hujan saat ini. Perubahan iklim dan peningkatan intensitas curah hujan menjadikan sistem drainase yang lama tidak lagi efektif.

Desain saluran yang tidak sesuai dengan area tangkapan juga menjadi masalah. Saluran yang terlalu kecil atau landai tidak dapat mengalirkan air dengan cepat, sehingga mudah mengalami genangan dan penyumbatan.

Menurut Asosiasi Ahli Drainase Indonesia (AADI) pada tahun 2024, sekitar 35% sistem drainase di kota-kota besar membutuhkan desain ulang serta peningkatan ukuran. Namun, karena keterbatasan dana, perbaikan ini berlangsung sangat lambat.

Keterbatasan Pemeliharaan Rutin

Kurangnya program untuk secara rutin membersihkan dan merawat saluran drainase menjadi hal yang sangat penting. Saluran yang tidak dibersihkan secara teratur akan terus menumpuk sampah dan sedimen, yang dapat mengurangi kapasitasnya secara drastis. Banyak pemerintah daerah hanya membersihkan saluran dengan cara reaktif setelah banjir terjadi. Pendekatan ini tidak efektif karena penyumbatan telah menjadi parah dan memerlukan biaya yang lebih tinggi untuk diperbaiki.

Baca Juga: Pemerintah Kembali Pulihkan 3 Jembatan Terdampak Banjir Bandang di Lintas Timur Aceh

Dampak Saluran Tersumbat Terhadap Lingkungan

Genangan Air dan Banjir

Saluran yang tersumbat menghalangi air hujan untuk mengalir dengan baik, sehingga menyebabkan genangan di jalan-jalan dan tempat pemukiman. Hal ini mengganggu pergerakan masyarakat serta merusak infrastruktur jalan. Jika hujan berlangsung dalam waktu lama dengan intensitas yang tinggi, genangan tersebut dapat berubah menjadi banjir yang lebih besar. BNPB mencatat bahwa 70% banjir di daerah perkotaan pada tahun 2024 disebabkan oleh sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik.

Masalah Kesehatan Masyarakat

Air yang terperangkap akibat saluran yang tersumbat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan demam berdarah. Genangan tersebut juga menciptakan lingkungan yang kotor dan bau tidak sedap. Kontak dengan air banjir yang tercemar dapat menimbulkan penyakit kulit, diare, dan leptospirosis. Kementerian Kesehatan RI melaporkan peningkatan kasus penyakit yang berhubungan dengan lingkungan sebesar 30% selama musim hujan di tahun 2024.

Cara Mencegah Saluran Tersumbat Saat Hujan

Pengelolaan Sampah yang Baik

Pastikan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan dan tidak membuang sampah ke dalam saluran air atau saluran drainase.

Pisahkan sampah organik dan anorganik untuk mempermudah daur ulang dan mengurangi volume sampah yang bisa menyumbat drainase. Lakukan kampanye dan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak buruk membuang sampah sembarangan.

Keterlibatan aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk efektivitas sistem drainase.

Pembersihan Rutin

Bersihkan saluran di depan rumah setidaknya sebulan sekali - Angkat sampah dan sedimen yang menumpuk sebelum musim hujan datang.

Pasang saringan di mulut saluran - Hal ini untuk mencegah sampah besar masuk ke saluran drainase utama.

Koordinasi dengan RT/RW - Jadwalkan kegiatan pembersihan saluran secara teratur dengan warga.

Penanaman Pohon yang Bijak

Hindari menanam pohon-pohon besar terlalu dekat dengan saluran drainase untuk mengurangi penumpukan daun. Pilih tanaman yang tidak mudah rontok atau memiliki sistem akar yang tidak merusak struktur saluran.

Lakukan pemangkasan rutin pada pohon-pohon di sekitar rumah, terutama sebelum musim hujan. Cabang dan ranting yang rapuh sebaiknya dipotong agar tidak patah dan menyumbat saluran saat hujan deras.

Penyebab saluran cepat tersumbat saat hujan adalah kombinasi dari faktor perilaku masyarakat dan kekurangan infrastruktur.

Sampah plastik, sedimentasi, material organik, desain yang tidak memadai, dan kurangnya pemeliharaan menjadi lima faktor utama yang saling berhubungan. Menyelesaikan masalah ini memerlukan pendekatan yang menyeluruh, termasuk perubahan perilaku masyarakat dan perbaikan sistem drainase.

Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ke dalam saluran air.

Investasi dalam infrastruktur drainase yang baik serta program pemeliharaan yang berkelanjutan akan memberikan manfaat jangka panjang.

Dengan kolaborasi semua pihak, masalah banjir karena saluran yang tersumbat dapat diminimalkan secara signifikan.

Tia Ayulia (Magang)