Elephants

5 Negara Terkaya di Timur Tengah, Tak Semua Bergantung pada Minyak

July 30, 2026

Jakarta -

Timur Tengah dikenal sebagai kawasan yang kaya akan sumber daya alam, terutama minyak dan gas. Namun, tidak semua negara di wilayah ini bergantung pada sektor migas untuk membangun perekonomiannya, Bunda.

Ada negara di Timur Tengah yang masuk sebagai jajaran negara terkaya karena berhasil membangun sektor di bidang teknologi. Beberapa negara ini bahkan berhasil menciptakan banyak miliarder dari sektor tersebut.

Lantas, negara apa saja yang masuk daftar negara terkaya di Timur Tengah? Simak penjelasannya berikut ini!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dikutip dari Sudanese American Physicians Association, berikut negara terkaya di Timur Tengah yang berhasil membangun ekonomi modern hingga menarik investasi global.

1. Qatar

Negara Qatar menempati posisi pertama yang memimpin kemakmuran per kapita di Timur Tengah. Dalam pemetaan Prospek Ekonomi Dunia IMF pada April 2025, PDB per kapita (PPP) Qatar adalah USD121.610 atau Rp1,98 miliar per orang.

Negara ini adalah pengekspor utama gas alam dan LNG. Banyak analisis ekonomi Qatar mencatat bahwa ekspor energi mendominasi pendapatan ekspor dan pendapatan negara. Misalnya, dalam profil ekonomi negara global, pendapatan energi merupakan pilar penting dari model fiskal Qatar.

Karena populasinya yang relatif kecil dan hasil sumber daya yang tinggi, pendapatan per kapita Qatar sangat luar biasa. Qatar banyak berinvestasi kembali di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sektor-sektor yang berorientasi masa depan.

2. Uni Emirat Arab (UEA)

Uni Emirat Arab (UEA) menempati posisi kedua sebagai negara terkaya di Timur Tengah. Negara ini menjadi kaya berkat keberhasilannya mendiversifikasi perekonomian dan menerapkan kebijakan yang berorientasi pada masa depan, Bunda.

Menurut proyeksi ekonomi Reuters, ekonomi UEA diperkirakan tumbuh 4,9 persen pada 2025, didorong oleh sektor migas maupun non-migas.

Berdasarkan profil ekonomi UEA, produk domestik bruto (PBD) per kapita berdasarkan purchasing power parity (PPP) diperkirakan mencapai USD82.000 atau Rp1,34 miliar per orang.

Sementara itu, PDB per kapita nominal tercatat sekitar USD51.290 atau setara dengan Rp836 juta per orang.

Keberhasilan UEA tidak hanya bergantung pada minyak. Negara ini juga berhasil mengembangkan berbagai sektor non-migas, seperti pariwisata, penerbangan, perdagangan, jasa keuangan, properti, dan teknologi yang kini menjadi penyumbang besar bagi perekonomian.

Selain itu, UEA juga mendorong investasi melalui kawasan ekonomi bebas, kepemilikan asing yang lebih fleksibel, serta menarik perusahaan multinasional untuk memperkuat daya saingnya di tingkat global.

3. Arab Saudi

Di posisi ketiga, ada negara Arab Saudi. Berdasarkan data IMF pada April 2025, PDB per kapita berdasarkan PPP negara ini mencapai USD61.920 atau Rp1.01 miliar per orang.

Selain mengandalkan minyak, Arab Saudi juga terus mendorong diversifikasi ekonomi melalui program Vision 2030 dengan mengembangkan sektor pariwisata, teknologi, dan energi terbarukan, serta membangun proyek besar seperti NEOM, The Red Sea, dan Qiddiya.

4. Kuwait

Kekuatan Kuwait berasal dari kekayaan minyak yang besar dan pengelolaan tersebut melalui aset negara. Dalam data IMF April 2025, PDB per kapita (PPP) Kuwait adalah USD50.960 atau setara dengan Rp831 juta per orang.

Model Kuwait yang telah lama diterapkan melibatkan pengalokasian sebagian besar pendapatan minyak kepada Otoritas Investasi Kuwait (KIA), yang berinvestasi secara global untuk mengurangi volatilitas pendapatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kuwait menghadapi tekanan untuk mempercepat diversifikasi dan mengurangi ketergantungan negara pada minyak. 

Dengan demikian, meskipun Kuwait mungkin tertinggal dari negara-negara Teluk lainnya dalam hal diversifikasi, basis sumber daya dan infrastruktur pengelolaan kekayaannya membantunya mempertahankan status per kapita yang tinggi di antara negara-negara Timur Tengah terkaya.

5. Bahrain

Bahrain telah lama mengejar model ekonomi yang kurang bergantung pada minyak, yang membantunya mempertahankan posisinya di antara negara-negara Arab terkaya.

Pada kuartal pertama tahun 2024, PDB riil Bahrain tumbuh sebesar 3,3 persen secara tahunan, dan sektor non-minyaknya, yang menyumbang sekitar 85,9 persen dari PDB, juga tumbuh sebesar 3,3 persen  pada periode tersebut.

Demikiann lima teratas negara terkaya di Timur Tengah yang dapat Bunda ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)