Jakarta -
Indonesia dikenal dengan beragam kopi bercita rasa khas dari berbagai daerah. Dari Kintamani hingga Gayo, 5 kopi ini menarik dicicipi pencinta kopi.
Kopi telah menjadi bagian penting dari keseharian masyarakat Indonesia, sekaligus komoditas yang menghidupi banyak petani dan pelaku usaha.
Jejak kopi di Indonesia bahkan sudah dimulai sejak masa kolonial Belanda pada akhir abad ke-17. Berkat kondisi alam yang beragam, berbagai daerah di Indonesia menghasilkan biji kopi dengan karakter rasa dan aroma berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situs resmi pariwisata Indonesia, Visit Indonesia (10/09/2026), merekomendasikan lima kopi berkualitas dari Nusantara yang menarik dicicipi pencinta kopi, mulai dari Kintamani hingga kopi luwak yang dikenal luas di dunia.
Berikut, fakta menarik soal 5 kopi kebanggaan Indonesia:
1. Kopi Kintamani
Menparekraf Sandiaga saat hadir di acara peluncuran "Wisata Kopi Kintamani" di Anomali Coffee Sanur, Bali Foto: Kemenparekraf
Bali tak hanya terkenal dengan wisata alam dan budayanya yang menawan, tetapi juga menghasilkan kopi berkualitas dari kawasan pegunungan Kintamani.
Kopi Kintamani merupakan jenis arabika dengan karakter rasa yang cenderung ringan, tingkat keasaman sedang, serta sentuhan rasa buah. Karakter fruity tersebut dikaitkan dengan kebiasaan menanam pohon kopi berdekatan dengan tanaman buah dan sayuran.
Perpaduan tersebut membuat kopi Kintamani memiliki profil rasa yang berbeda dibandingkan sejumlah kopi arabika Indonesia lainnya. Karakternya yang unik membuat kopi ini menarik dicicipi sekaligus dibawa pulang sebagai oleh-oleh dari Bali.
2. Kopi Toraja
5 Keistimewaan Biji Kopi Toraja yang Disukai Banyak Orang Foto: Getty Images/iStockphoto/Vadym Terelyuk
Dari dataran tinggi di bagian utara Sulawesi Selatan, masyarakat Tana Toraja menghasilkan kopi dengan karakter rasa yang kompleks. Kopi Toraja tersedia dalam jenis arabika maupun robusta.
Secangkir kopi Toraja dikenal memiliki body penuh dengan sentuhan rasa buah matang dan cokelat hitam. Karakternya juga digambarkan memiliki nuansa buah yang khas dengan rasa manis rustic.
Sensasi rasa pahit setelah kopi diminum disebut tidak terlalu bertahan lama di lidah. Karakter tersebut membuat kopi Toraja dapat menjadi pilihan bagi penikmat kopi yang kurang menyukai rasa pahit kuat pada akhir tegukan.
3. Kopi Gayo
Petani memasukkan buah kopi arabika gayo yang baru panen di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Kopi Gayo berasal dari dataran tinggi Gayo di Aceh Tengah, wilayah paling utara Pulau Sumatra. Daerah ini menghasilkan kopi arabika dan robusta, tetapi jenis arabika menjadi salah satu yang paling populer dikonsumsi sekaligus diekspor.
Kopi Arabika Gayo memiliki profil rasa kuat dan kompleks dengan aroma yang cukup intens. Meski demikian, tingkat kepahitannya disebut sangat ringan sehingga menghasilkan perpaduan karakter yang menarik.
Kopi dari dataran tinggi Aceh ini juga sudah dikenal luas di Indonesia. Ciri rasa dan aromanya menjadikan Gayo salah satu kopi Nusantara yang direkomendasikan untuk dicicipi pencinta kopi.
4. Kopi Flores Bajawa
5 Fakta Kopi Flores Bajawa, Ditanam Belanda hingga Disajikan di KTT G20 Foto: Getty Images/iStockphoto/Schwede-Photodesign
Flores juga memiliki kopi unggulan yang berasal dari kawasan Bajawa. Kopi jenis arabika ini ditanam di dataran tinggi dan proses budidayanya dilakukan dengan metode tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Kopi Flores Bajawa dikenal melalui aromanya yang kompleks, dengan karakter bunga, cokelat, earthy, hingga sentuhan yang menyerupai tembakau lembap. Pengolahannya menggunakan metode wet-hulled atau giling basah.
Proses tersebut menghasilkan kopi dengan rasa yang cenderung kuat dan karakter rasa khas. Perpaduan aroma dan rasanya membuat kopi Flores Bajawa memiliki ciri yang erat dengan daerah tempat kopi tersebut tumbuh dan diolah.
5. Kopi Luwak
Kopi luwak. Foto: Getty Images/JodiJacobson
Kopi luwak menjadi salah satu kopi Indonesia yang paling dikenal di dunia, bahkan disebut sebagai salah satu kopi termahal di dunia.
Kopi ini memiliki proses pengolahan tak biasa karena melibatkan luwak atau musang yang memakan buah kopi matang. Biji kopi tidak tercerna dan kemudian keluar bersama kotoran luwak. Biji tersebut dikumpulkan, dicuci, lalu diproses oleh petani kopi.
Menurut Visit Indonesia, proses fermentasi dalam pencernaan luwak membantu memecah protein kopi dan mengurangi rasa pahit setelah diminum.
Hasilnya adalah kopi dengan karakter lembut, earthy, dan nutty. Proses unik inilah yang turut membuat kopi luwak dikenal sebagai kopi bernilai tinggi.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)