Ringkasan
Doa pembukaan MPLS adalah doa yang dibacakan pada awal pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan membawa manfaat bagi peserta didik maupun warga sekolah.
Tujuan doa pembukaan MPLS antara lain:
Memohon kelancaran seluruh kegiatan MPLS.
Menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama sekolah.
Memohon perlindungan dan keselamatan bagi seluruh peserta.
Menanamkan nilai religius dan karakter positif kepada siswa baru.
Menjadi awal yang baik dalam memasuki lingkungan pendidikan yang baru.
Di banyak sekolah di Indonesia, doa biasanya dipimpin oleh guru agama, siswa yang ditunjuk, atau petugas yang telah dipersiapkan oleh panitia MPLS sesuai susunan acara resmi.
Mengapa Doa Menjadi Bagian Penting dalam Pembukaan MPLS?
Setiap sekolah memiliki cara berbeda dalam menyambut peserta didik baru. Ada yang menghadirkan penampilan seni, pengenalan ekstrakurikuler, hingga permainan edukatif. Namun, satu rangkaian yang hampir selalu hadir dalam pembukaan MPLS adalah doa bersama.
Tradisi tersebut bukan tanpa alasan. Doa menjadi simbol bahwa proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan nilai-nilai moral yang akan menyertai siswa selama menempuh pendidikan.
Bagi siswa baru, hari pertama sekolah sering kali dipenuhi berbagai perasaan. Ada yang antusias bertemu teman baru, ada pula yang masih merasa gugup karena memasuki lingkungan yang sama sekali berbeda. Dalam situasi seperti ini, doa dapat menjadi momen untuk menenangkan diri sekaligus membangun keyakinan bahwa perjalanan belajar akan dimulai dengan niat yang baik.
Doa Menjadi Simbol Awal Perjalanan Belajar
MPLS merupakan pintu gerbang sebelum siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara rutin. Oleh sebab itu, pembukaan yang diawali dengan doa memiliki makna simbolis sebagai langkah pertama dalam perjalanan pendidikan.
Melalui doa, seluruh warga sekolah bersama-sama memohon agar proses belajar selama satu tahun ajaran berjalan lancar, penuh keberkahan, serta menghasilkan ilmu yang bermanfaat bagi masa depan peserta didik.
Bukan hanya siswa baru yang menjadi bagian dari doa tersebut. Guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, hingga orang tua secara tidak langsung turut menggantungkan harapan yang sama, yakni terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan setiap anak.
Mengajarkan Nilai Karakter Sejak Hari Pertama
Salah satu tujuan utama MPLS adalah membantu peserta didik mengenal budaya sekolah. Budaya tersebut tidak hanya berupa aturan berpakaian, jadwal pelajaran, atau tata tertib, tetapi juga nilai-nilai yang dijunjung oleh sekolah.
Doa pembukaan menjadi salah satu cara sederhana untuk mengenalkan pentingnya sikap rendah hati, rasa syukur, serta kebiasaan memulai setiap aktivitas dengan memohon pertolongan kepada Tuhan.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan yang tidak hanya membentuk siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun Kebersamaan Sejak Awal
Menariknya, doa juga memiliki fungsi sosial yang sering kali luput dari perhatian.
Ketika seluruh peserta MPLS berdiri atau menundukkan kepala bersama sesuai keyakinan masing-masing, tercipta suasana kebersamaan yang memperkuat rasa menjadi bagian dari satu komunitas sekolah.
Inilah salah satu alasan mengapa banyak sekolah tetap mempertahankan sesi doa dalam pembukaan MPLS setiap tahunnya. Momen singkat tersebut mampu menghadirkan suasana yang lebih tenang sebelum peserta mengikuti berbagai aktivitas pengenalan sekolah.
Bukan Sekadar Formalitas dalam Susunan Acara
Di lapangan, masih ada anggapan bahwa doa hanya pelengkap dalam susunan acara pembukaan. Padahal, jika dipersiapkan dengan baik, sesi doa justru dapat menjadi pembuka yang membangun suasana khidmat dan penuh makna.
Misalnya, seorang siswa yang dipercaya memimpin doa biasanya akan mempersiapkan teks terlebih dahulu agar penyampaiannya jelas, tidak terburu-buru, dan mudah diikuti oleh seluruh peserta. Cara sederhana ini membuat doa terasa lebih menyentuh dibanding sekadar dibacakan sebagai kewajiban.
Inilah yang sering menjadi pembeda antara acara pembukaan MPLS yang berkesan dengan yang terasa sekadar menjalankan agenda seremonial.
Kapan Doa Pembukaan MPLS Dibacakan?
Dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, doa biasanya menjadi salah satu agenda awal setelah acara resmi dimulai. Meskipun susunan acara dapat berbeda di setiap sekolah, posisi doa hampir selalu ditempatkan sebelum peserta memasuki kegiatan inti.
Secara umum, rangkaian pembukaan MPLS berlangsung dengan urutan seperti berikut:
Pembukaan oleh pembawa acara.
Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu kebangsaan atau mars sekolah.
Pembacaan doa.
Sambutan kepala sekolah.
Pembukaan resmi kegiatan MPLS.
Penyampaian materi pengenalan sekolah.
Kegiatan interaktif bersama guru, kakak kelas, atau panitia.
Penempatan doa pada bagian awal bukan tanpa alasan. Sebelum berbagai kegiatan berlangsung, seluruh peserta diajak memanjatkan harapan agar acara berjalan tertib, aman, dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa baru.
Dalam praktiknya, pemimpin doa dapat berasal dari berbagai unsur sekolah, tergantung kebijakan masing-masing. Ada sekolah yang menunjuk guru pendidikan agama, ada pula yang memberikan kesempatan kepada pengurus OSIS atau peserta didik yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah teks doa sebaiknya disesuaikan dengan karakter acara. Untuk pembukaan MPLS, doa umumnya menggunakan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, tidak terlalu panjang, tetapi tetap mencerminkan rasa syukur, harapan, serta permohonan agar seluruh peserta memperoleh ilmu yang bermanfaat dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.
Baca Juga: Contoh Teks Sambutan MPLS 2026: 10 Referensi Pidato Kepala Sekolah yang Inspiratif, Berkesan, dan Siap Digunakan
Baca Juga: Lirik Jingle MPLS Ramah 2026: Cara Unik Membangun Kesan Positif di Hari Pertama
Tips Memilih Doa Pembukaan MPLS yang Tepat
Doa pembukaan MPLS tidak harus selalu panjang atau menggunakan rangkaian kalimat yang rumit. Yang terpenting adalah isi doa mampu mencerminkan rasa syukur, permohonan kepada Tuhan, serta harapan agar seluruh kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi peserta didik.
Setiap sekolah juga dapat menyesuaikan isi doa dengan karakter kegiatan maupun jenjang pendidikan. Misalnya, doa untuk siswa SD umumnya dibuat lebih singkat dengan bahasa yang sederhana, sedangkan untuk SMP dan SMA dapat menggunakan susunan doa yang lebih formal karena acara pembukaan biasanya dihadiri kepala sekolah, guru, orang tua, hingga tamu undangan.
Agar doa yang dibacakan terasa lebih bermakna, berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan.
Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami
Tujuan doa adalah menyampaikan harapan dan permohonan dengan penuh kekhusyukan. Oleh karena itu, pilihlah bahasa yang jelas dan mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Jika menggunakan bahasa Arab, sebaiknya hanya pada bagian pembuka atau penutup doa. Isi doa dapat disampaikan dalam bahasa Indonesia agar maknanya lebih mudah dipahami oleh siswa baru.
Sesuaikan Durasi dengan Susunan Acara
Pada umumnya, doa pembukaan MPLS berlangsung sekitar dua hingga lima menit. Durasi tersebut dinilai cukup untuk menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan tanpa membuat rangkaian acara menjadi terlalu panjang.
Doa yang terlalu singkat terkadang belum mampu menggambarkan tujuan kegiatan, sedangkan doa yang terlalu panjang dapat mengurangi fokus peserta, terutama jika acara dilakukan di lapangan terbuka.
Sesuaikan dengan Jenjang Sekolah
Meskipun memiliki tujuan yang sama, penyampaian doa dapat disesuaikan dengan usia peserta didik.
Sebagai contoh:
SD menggunakan kalimat yang sederhana, hangat, dan mudah dipahami anak-anak.
SMP dapat memadukan doa dengan pesan tentang semangat belajar, persahabatan, dan disiplin.
SMA/SMK biasanya menggunakan susunan doa yang lebih formal dengan harapan agar siswa mampu menjadi generasi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan siap menghadapi masa depan.
Masukkan Nilai-Nilai Positif
Selain memohon kelancaran kegiatan, doa pembukaan MPLS juga dapat memuat harapan agar peserta didik memiliki karakter yang baik.
Beberapa nilai yang layak disampaikan dalam doa antara lain:
semangat menuntut ilmu;
kejujuran;
kedisiplinan;
saling menghormati;
kepedulian terhadap sesama;
tanggung jawab;
rasa syukur.
Nilai-nilai tersebut selaras dengan tujuan MPLS sebagai sarana mengenalkan budaya sekolah sekaligus membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama.
5 Contoh Doa Pembukaan MPLS 2026 yang Orisinal
Berikut contoh doa yang disusun secara orisinal sebagai referensi untuk pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026. Setiap doa dapat disesuaikan kembali dengan kebutuhan dan tradisi masing-masing sekolah.
1. Doa Pembukaan MPLS 2026 Singkat
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya Allah Yang Maha Pengasih,
Segala puji hanya bagi-Mu yang telah mempertemukan kami pada awal tahun ajaran baru ini. Kami bersyukur atas kesempatan untuk memulai perjalanan belajar di sekolah yang kami cintai.
Ya Allah, limpahkanlah keberkahan pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang kami laksanakan hari ini. Jadikan setiap ilmu, nasihat, dan pengalaman yang kami terima sebagai bekal untuk tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak baik, dan gemar menuntut ilmu.
Anugerahkan kesehatan, keselamatan, serta semangat kepada seluruh siswa, guru, dan warga sekolah. Satukan hati kami dalam suasana yang penuh persaudaraan, saling menghormati, dan saling membantu.
Kabulkanlah doa dan harapan kami.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
2. Doa Pembukaan MPLS untuk Acara Resmi Sekolah
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui,
Pada hari yang penuh harapan ini kami berkumpul untuk memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Kami memohon ridha-Mu agar setiap rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta didik.
Bukakanlah hati kami agar mudah menerima ilmu, lapangkan pikiran kami untuk memahami setiap pelajaran, serta kuatkan tekad kami untuk menjadi insan yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
Karuniakan pula kesehatan kepada para guru yang membimbing kami, serta jadikan sekolah ini tempat yang nyaman untuk belajar, bertumbuh, dan meraih cita-cita.
Semoga setiap langkah yang kami awali hari ini menjadi bagian dari ikhtiar menuju masa depan yang lebih baik.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
3. Doa Pembukaan MPLS untuk SD
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya Allah Yang Maha Penyayang,
Terima kasih atas nikmat-Mu sehingga kami dapat memulai hari pertama sekolah dengan penuh semangat.
Bimbinglah kami agar senang belajar, menghormati bapak dan ibu guru, menyayangi teman-teman, serta menjadi anak-anak yang rajin, jujur, dan bertanggung jawab.
Lindungilah kami selama mengikuti kegiatan MPLS. Jauhkan kami dari segala hal yang membahayakan dan jadikan sekolah ini tempat yang menyenangkan untuk menuntut ilmu.
Semoga kami tumbuh menjadi anak yang berguna bagi keluarga, bangsa, dan agama.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
4. Doa Pembukaan MPLS untuk SMP dan SMA
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya Allah Yang Maha Bijaksana,
Kami memohon petunjuk dan pertolongan-Mu dalam mengawali perjalanan kami di lingkungan sekolah yang baru.
Tanamkan dalam diri kami semangat belajar yang tidak mudah padam, keberanian untuk mencoba hal-hal positif, serta kerendahan hati untuk terus memperbaiki diri.
Jauhkan kami dari sikap malas, perundungan, permusuhan, dan segala perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Bimbinglah kami menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, serta mampu membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
5. Doa Pembukaan MPLS Penuh Harapan
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya Allah Yang Maha Pemurah,
Hari ini kami membuka lembaran baru dalam perjalanan pendidikan kami. Dengan segala kerendahan hati, kami memohon agar Engkau senantiasa menyertai setiap langkah kami.
Jadikan kegiatan MPLS sebagai awal yang baik untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun persahabatan yang tulus, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam belajar.
Karuniakan kesabaran ketika menghadapi kesulitan, rasa syukur atas setiap pencapaian, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.
Semoga seluruh warga sekolah diberikan kesehatan, kedamaian, dan keberkahan sehingga proses pendidikan dapat berlangsung dengan baik sepanjang tahun ajaran.
Hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan dan hanya kepada-Mulah kami berserah diri.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Bagaimana Membawakan Doa Pembukaan MPLS agar Berjalan Khidmat?
Membaca doa pada acara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan sekadar memenuhi susunan acara. Cara penyampaian yang tepat dapat menciptakan suasana yang lebih tenang, khusyuk, sekaligus memberikan kesan positif bagi peserta didik yang baru pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan sekolah.
Karena itu, pemimpin doa sebaiknya tidak hanya menghafal teks, tetapi juga memahami makna yang disampaikan agar doa terdengar tulus dan mudah diikuti oleh seluruh peserta.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memimpin doa pembukaan MPLS.
1. Awali dengan Sikap yang Tenang
Sebelum mulai membaca doa, berikan jeda sejenak agar seluruh peserta dapat menenangkan diri. Sikap yang tenang akan membantu menciptakan suasana yang lebih khidmat, terutama jika kegiatan dilakukan di lapangan dengan jumlah peserta yang banyak.
Pemimpin doa juga sebaiknya berdiri dengan posisi yang nyaman dan menjaga kontak suara agar dapat terdengar jelas hingga barisan paling belakang.
2. Gunakan Intonasi yang Jelas
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah membaca doa terlalu cepat sehingga isi doa sulit dipahami.
Gunakan tempo yang sedang dengan artikulasi yang jelas. Berikan jeda pada setiap pergantian kalimat agar peserta memiliki waktu untuk menghayati setiap harapan yang dipanjatkan.
Intonasi yang stabil juga membuat doa terdengar lebih tulus dibandingkan membaca dengan nada yang terlalu datar atau tergesa-gesa.
3. Pilih Bahasa yang Mudah Dipahami
Apabila acara dihadiri siswa dari berbagai latar belakang usia, gunakan bahasa Indonesia yang sederhana dan komunikatif.
Jika ingin menyisipkan doa dalam bahasa Arab, cukup gunakan pada bagian pembuka atau penutup. Sementara isi doa dapat disampaikan dalam bahasa Indonesia sehingga maknanya lebih mudah dipahami oleh seluruh peserta.
4. Sesuaikan Durasi dengan Agenda Acara
Doa pembukaan tidak harus panjang. Durasi sekitar dua hingga lima menit umumnya sudah cukup untuk menyampaikan rasa syukur, permohonan perlindungan, serta harapan bagi seluruh peserta didik.
Dengan durasi yang proporsional, rangkaian pembukaan MPLS tetap berjalan efektif tanpa mengurangi kekhidmatan acara.
Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Memimpin Doa MPLS
Meski terlihat sederhana, memimpin doa di hadapan ratusan peserta membutuhkan persiapan yang matang. Persiapan ini tidak hanya membantu mengurangi rasa gugup, tetapi juga memastikan doa dapat tersampaikan dengan baik.
Beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan antara lain:
Memahami Susunan Acara
Pemimpin doa perlu mengetahui kapan dirinya akan tampil. Dengan memahami alur acara, transisi menuju sesi doa akan terasa lebih rapi dan tidak mengganggu jalannya pembukaan MPLS.
Membaca Kembali Naskah Doa
Sebelum acara dimulai, luangkan waktu untuk membaca ulang teks doa beberapa kali.
Cara ini membantu mengurangi kesalahan pengucapan sekaligus membuat penyampaian terdengar lebih natural.
Melakukan Uji Suara
Apabila menggunakan mikrofon, pastikan volume suara sudah sesuai.
Suara yang terlalu pelan akan sulit didengar peserta, sedangkan suara yang terlalu keras justru dapat mengurangi kenyamanan selama doa berlangsung.
Menjaga Penampilan dan Sikap
Sebagai bagian dari acara resmi sekolah, pemimpin doa sebaiknya mengenakan pakaian yang rapi sesuai ketentuan sekolah.
Selain itu, sikap yang sopan dan penuh rasa hormat akan memberikan teladan yang baik bagi peserta didik baru.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membacakan Doa Pembukaan MPLS
Dalam praktiknya, ada beberapa kekeliruan yang masih sering ditemui ketika sesi doa berlangsung. Padahal, kesalahan-kesalahan tersebut sebenarnya dapat dihindari dengan persiapan yang baik.
Beberapa di antaranya meliputi:
Membaca doa terlalu cepat sehingga sulit dipahami peserta.
Menggunakan kalimat yang terlalu panjang dan berulang-ulang.
Terlalu bergantung pada teks tanpa memahami isi doa.
Volume suara terlalu kecil atau tidak jelas.
Tidak menyesuaikan isi doa dengan tema kegiatan MPLS.
Dengan menghindari hal-hal tersebut, doa pembukaan akan terasa lebih bermakna dan mampu membangun suasana positif sejak awal kegiatan.
Mengapa Doa Pembukaan MPLS Tetap Relevan di Era Modern?
Di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi pendidikan, sebagian orang mungkin menganggap doa pembukaan hanya sebagai bagian dari tradisi seremonial. Namun, dalam praktiknya, doa masih memiliki makna yang kuat sebagai pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik.
MPLS merupakan fase adaptasi yang penuh tantangan bagi banyak siswa. Sebagian harus berkenalan dengan lingkungan baru, menyesuaikan diri dengan teman-teman yang belum dikenal, hingga menghadapi sistem pembelajaran yang berbeda dari jenjang sebelumnya.
Dalam situasi tersebut, doa menjadi simbol harapan sekaligus penguat mental. Momen singkat ini mengajak seluruh warga sekolah memulai perjalanan belajar dengan niat baik, rasa syukur, dan semangat untuk saling mendukung.
Lebih dari itu, doa juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan merupakan hasil kerja sama antara siswa, guru, orang tua, dan lingkungan sekolah. Ketika semua pihak memiliki tujuan yang sama untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan penuh penghormatan, proses pendidikan akan berjalan lebih optimal.
Penutup
Doa pembukaan MPLS 2026 bukan sekadar pelengkap dalam susunan acara, melainkan simbol dimulainya perjalanan belajar yang diiringi harapan, semangat, dan nilai-nilai kebaikan. Melalui doa, seluruh warga sekolah memohon agar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah berlangsung dengan lancar, aman, serta mampu menjadi fondasi yang baik bagi peserta didik dalam menjalani tahun ajaran baru.
Apa pun bentuk dan redaksinya, doa yang disampaikan dengan tulus akan memiliki makna yang mendalam. Oleh karena itu, sekolah dapat memilih atau menyesuaikan teks doa sesuai kebutuhan, selama tetap mengandung ungkapan syukur, permohonan perlindungan, serta harapan agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berkarakter, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Semoga kumpulan contoh doa pembukaan MPLS 2026 dalam artikel ini dapat menjadi referensi bagi guru, panitia, maupun sekolah yang tengah mempersiapkan kegiatan penyambutan peserta didik baru. Pantau terus informasi seputar dunia pendidikan untuk mendapatkan berbagai referensi kegiatan sekolah yang inspiratif dan bermanfaat.
Baca Juga: 10 Cara Cepat Akrab dengan Teman Baru Saat MPLS, Dijamin Bikin Makin Percaya Diri di Hari Pertama Sekolah!
Baca Juga: 5 Ide Yel-Yel MPLS yang Unik dan Kreatif untuk Kelompok Siswa Baru
FAQ
Apakah doa pembukaan MPLS wajib dibacakan di setiap sekolah?
Tidak selalu. Pelaksanaan doa menyesuaikan kebijakan masing-masing sekolah dan tetap menghormati latar belakang peserta didik. Di banyak sekolah, doa menjadi bagian dari pembukaan acara sebagai bentuk ungkapan syukur dan harapan agar seluruh rangkaian MPLS berjalan lancar.
Siapa yang biasanya memimpin doa saat pembukaan MPLS?
Doa dapat dipimpin oleh guru agama, guru yang ditunjuk, pengurus OSIS, atau peserta didik yang telah dipersiapkan sebelumnya. Penunjukan pemimpin doa umumnya disesuaikan dengan susunan acara yang dibuat panitia.
Berapa lama durasi ideal doa pembukaan MPLS?
Durasi sekitar dua hingga lima menit dinilai ideal. Waktu tersebut cukup untuk menyampaikan rasa syukur, permohonan perlindungan, serta harapan tanpa membuat rangkaian acara menjadi terlalu panjang.
Apakah doa pembukaan MPLS harus menggunakan bahasa Arab?
Tidak. Doa dapat disampaikan dalam bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami oleh seluruh peserta. Beberapa sekolah memilih menggunakan pembuka dan penutup dalam bahasa Arab, sementara isi doanya disampaikan dalam bahasa Indonesia.
Apa saja isi yang sebaiknya terdapat dalam doa pembukaan MPLS?
Doa pembukaan MPLS umumnya berisi ungkapan syukur, permohonan kelancaran kegiatan, harapan agar peserta didik memperoleh ilmu yang bermanfaat, diberikan kesehatan, keselamatan, serta tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik dan berprestasi.
Apakah teks doa MPLS boleh disesuaikan dengan kebutuhan sekolah?
Boleh. Isi doa dapat disesuaikan dengan karakter sekolah, jenjang pendidikan, maupun tema kegiatan MPLS, selama tetap menjaga kesopanan, kekhidmatan, dan mengandung nilai-nilai positif.