Elephants

400 Ribu Kasus Baru Kanker per Tahun, Inhealth Salurkan Bantuan di 11 Kota

September 25, 2026

Jum'at, 25 September 2026, 20:23 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Sekitar 400.000 kasus baru kanker terdeteksi setiap tahun di Indonesia. Angka tersebut diproyeksikan meningkat lebih dari 70% pada 2050 jika upaya pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat.

Kondisi ini mendorong PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Inhealth) memperkuat kepeduliannya terhadap penanganan kanker dengan menyalurkan bantuan kepada yayasan yang bergerak dalam pendampingan dan penanganan kanker anak serta kanker payudara di 11 kota.

Aksi tersebut digelar sepanjang September 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Inhealth dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026. Bagi Inhealth, momentum tersebut tidak hanya dimaknai sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan peserta asuransi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat.

Direktur Operasional Inhealth Jenni Wihartini mengatakan, perusahaan ingin menjadikan peringatan Hari Pelanggan Nasional sebagai momentum untuk memperkuat kontribusi terhadap upaya pencegahan dan penanganan kanker di Indonesia.

“Inhealth memaknai peringatan Hari Pelanggan Nasional lebih dari sekadar apresiasi atas kepercayaan yang telah diberikan oleh peserta asuransi Inhealth, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat komitmen Perusahaan dalam memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat, dalam hal ini yaitu turut bergerak dalam upaya pencegahan dan penanganan kanker di Indonesia,” ujar Jenni.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2025, kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Proyeksi kenaikan kasus tersebut menunjukkan pentingnya meningkatkan perhatian masyarakat terhadap risiko kanker, termasuk melalui pencegahan dan deteksi dini.

“Perlindungan kesehatan tidak hanya mencakup aspek kuratif dan rehabilitatif, tetapi juga upaya promotif dan preventif yang dilakukan secara berkelanjutan. Melalui sinergi dan kolaborasi dengan yayasan kanker, kami berharap dapat mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker serta memberikan kontribusi positif dalam penanganannya,” lanjut Jenni.

Adapun bantuan Inhealth disalurkan melalui 11 yayasan di berbagai kota. Di Jakarta, bantuan diberikan kepada Yayasan Kanker Payudara Indonesia; Rumah Pejuang Kanker Ambu di Bandung; Yayasan Rumah Singgah Kanker Anak di Balikpapan; serta Yayasan Respon Cepat Badan Darurat Kemanusiaan di Tangerang.

Selanjutnya, Yayasan Kanker Indonesia di Solo; Rumah Singgah Sehat Ceria Yayasan Kanker Anak Sumatera Selatan di Palembang; Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia di Makassar; Yayasan Peduli Kanker Anak di Denpasar; Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia di Surabaya; SmilingKids Foundation di Medan; serta Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia di Pekanbaru.

Salah satu pengurus Yayasan Peduli Kanker Anak di Denpasar, Wahyu, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Inhealth. Menurutnya, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi yayasan dalam menjalankan kegiatan pendampingan dan penanganan kanker.

“Saya mewakili pengurus Yayasan Peduli Kanker Anak menyampaikan terima kasih kepada Inhealth atas kepedulian dan dukungan yang diberikan. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam menjalankan kegiatan pendampingan dan penanganan kanker. Semoga dukungan dan kolaborasi ini dapat terus terjalin serta memberikan manfaat,” ujar Wahyu.

Kegiatan kepedulian tersebut turut dihadiri Jenni Wihartini selaku Direktur Operasional Inhealth, Marihot H. Tambunan selaku Plt. Direktur Utama, serta Tisye Diah Retnojati selaku Direktur Pemasaran Inhealth.

Dalam perjalanannya, Inhealth juga terus menghadirkan inovasi dan solusi kesehatan yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Selain dukungan terhadap penanganan kanker, perusahaan telah menjalankan berbagai kegiatan kepedulian kesehatan masyarakat sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, antara lain melalui bantuan obat-obatan dan alat kesehatan kepada panti asuhan serta fasilitas layanan kesehatan.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi