Elephants

40 RTLH di Kota Magelang sasaran Serbuan Teritorial TNI 2026

September 15, 2026

40 RTLH di Kota Magelang sasaran Serbuan Teritorial TNI 2026

Selasa, 15 September 2026 22:39 WIB

Image Print

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono berada di salah satu saluran irigasi saat meninjau sasaran program Serbuan Teritorial TNI TA 2026 di Magelang, Senin (14/9/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Sebanyak 40 rumah tidak layak huni (RTLH) dan trotoar sepanjang sekitar 2,2 kilometer menjadi sasaran program Serbuan Teritorial TNI 2026 di Kota Magelang.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Selasa, mengapresiasi keterlibatan TNI dalam mendukung pembangunan dan kegiatan sosial di wilayah setempat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama agar wilayah teritorial benar-benar berada dalam jangkauan dan pengawasan,” katanya.

Melalui kegiatan itu, sinergi lintas sektor diharapkan dapat terus diperkuat untuk mendukung penanganan persoalan masyarakat sekaligus mewujudkan lingkungan yang lebih layak, tertib, sehat, dan inklusif.

Program yang digelar Kodim 0705/Magelang tersebut, meliputi perbaikan hunian warga, peningkatan fasilitas pedestrian, serta pemberian bantuan kebutuhan pokok dan edukasi masyarakat.

Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Inf Satrio Budi Bowo Leksono mengatakan rehabilitasi 40 RTLH ditargetkan berlangsung selama kurang lebih dua bulan.

Pekerjaan tersebut diharapkan dapat diselesaikan sebelum akhir 2026 sehingga rumah yang diperbaiki dapat kembali ditempati warga dalam kondisi yang lebih layak.

“Kurang lebih ada 40 rumah yang dibangun dan diperbaiki bersama pemerintah daerah dan Polri di wilayah tersebut,” ujar dia setelah pembukaan Serbuan Teritorial TNI TA 2026 di Pendopo Pengabdian, Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Senin (14/9).

Dia menjelaskan rehabilitasi RTLH tidak hanya melibatkan personel TNI, tetapi juga pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat setempat.

Sasaran fisik lainnya berupa perbaikan trotoar di kawasan depan Akademi Militer, yang dimulai dari Jalan Gatot Subroto. Trotoar tersebut memiliki panjang sekitar 2.200 meter dan lebar dua meter, serta ramah bagi penyandang disabilitas.

Sasaran non-fisik mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, penguatan bela negara, edukasi pola hidup sehat, serta sosialisasi pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas umum. Kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako juga dilaksanakan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Ia mengatakan bantuan sembako diberikan sesuai dengan kemampuan dan jangkauan kegiatan. Bantuan tersebut antara lain berupa beras dan minyak goreng.

Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menjelaskan istilah “serbuan” dalam program itu menggambarkan skala kegiatan yang dilaksanakan secara masif dan menyentuh berbagai aspek kebutuhan masyarakat.

“Kenapa disebut serbuan? Artinya bersifat masif. Salah satu contohnya rehabilitasi trotoar sepanjang 2,2 kilometer,” katanya.

Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.