Jadi intinya...
- Dua wanita Tiongkok ditangkap karena membobol asrama grup K-Pop Cortis di Seoul.
- Mereka membeli alamat asrama secara online, namun membantah masuk atau membuka paket.
- Insiden ini bukan yang pertama; agensi akan menempuh jalur hukum tegas terhadap sasaeng fans.
Liputan6.com, Jakarta - Idol K-Pop Cortis mengalami sebuah kejadian kurang menyenangkan terkait sasaeng fans, atau penggemar yang begitu terobsesi dengannya. Dilansir dari Korea JoongAng Daily, Sabtu (25/7/2026), dua perempuan asal China ditangkap setelah diduga membobol asrama grup yang dinaungi Bighit Music ini.
Kantor Kepolisian Yongsan mengumumkan pada pada Jumat bahwa kedua wanita ini telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan memasuki properti tanpa izin. Kedua perempuan itu dilaporkan memasuki asrama Cortis di Distrik Yongsan, Seoul bagian tengah, sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat pada Kamis lalu.
Insiden ini diketahui setelah manajer Cortis menemukan bahwa paket yang ditinggalkan di depan asrama berada dalam keadaan terbuka, begitu pula dengan pintu depan. Ia segera menghubungi polisi, dan petugas langsung menangkap kedua perempuan tersebut setibanya di lokasi.
Ketika insiden ini diinvestigasi polisi, mereka menemukan sebuah pengakuan yang mengagetkan. Ternyata alamat asrama Keonho dkk dijual di internet.
Bantah Buka Paket
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307257/original/038665400_1784970535-CORTIS-2-1.jpeg)
Perbesar
"Kami membeli alamat asrama itu melalui media sosial lalu datang ke sana," ujar kedua perempuan itu kepada polisi. Namun, mereka membantah telah membuka paket maupun memasuki asrama. Kasus ini masih diinvestigasi lebih lanjut oleh kepolisian.
Ini bukan kejadian pertama yang dialami Cortis terkait pelanggaran privasi.
Akhir Juni lalu, BigHit Music mengumumkan bahwa pihaknya mengambil langkah hukum terhadap individu yang melanggar privasi para pelantun "REDRED" ini.
Kendaraan Ditempeli GPS
Bighit mengungkap detail berbagai pelanggaran privasi yang dialami Cortis.
Menurut pihak agensi, sejumlah penggemar diduga memasang perangkat pelacak GPS kecil pada mobil yang digunakan Cortis saat grup tersebut berkunjung ke Paris baru-baru ini. Dari sini, para sasaeng fans disebut menyewa kendaraan dan pengemudi lokal untuk memantau pergerakan grup, bahkan saat member Cortis melakukan kegiatan pribadi yang tidak dipublikasikan.
Beberapa di antaranya bahkan nekat menerobos masuk ke area privat—termasuk tempat parkir di lokasi penginapan grup—serta menunggu para anggota untuk kemudian membuntuti mereka.
Akan Tempuh Jalur Hukum
Momen lain yang bikin geleng-geleng kepala adalah, sejumlah pelaku diklaim berulang kali melakukan hal serupa.
Beberapa individu yang sebelumnya telah dilarang mengikuti acara resmi karena melanggar kode etik untuk penggemar, terlihat berkeliaran di hotel tempat para anggota menginap, bahkan berpindah kursi di pesawat demi bisa berada lebih dekat dengan member Cortis.
Atas kejadian ini, agensi memastikan tidak akan tinggal diam.
"Kami akan menempuh segala jalur hukum yang tersedia tanpa adanya penyelesaian secara damai maupun keringanan hukuman," kata agensi tersebut melalui platform penggemar Weverse.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Barbie Hsu Sempat Berencana Pindah ke Korea Bersama Koo Jun Yup Sebelum Meninggal