Elephants

197 Daerah Berstatus Awas Kekeringan, Bantul Hampir Lima Bulan Tanpa Hujan - Investasi Hijau Katadata.co.id

September 24, 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status “awas” kekeringan terhadap 197 kabupaten/kota di Indonesia untuk Dasarian III atau 10 hari terakhir September 2026. Status “awas” merupakan kategori tertinggi dalam peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG. 

Berdasarkan kriteria BMKG, status ini diberikan ketika suatu wilayah telah mengalami hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 61 hari dan masih berpotensi besar mengalami curah hujan rendah atau kurang dari 20 milimeter per dasarian dalam 20 hari berikutnya.

Kabupaten/kota dengan status kekeringan “awas” paling banyak berada di Jawa Timur sebanyak 37 wilayah, Jawa Barat 23 wilayah, Sulawesi Selatan 18 wilayah, dan Nusa Tenggara Timur 13 wilayah.

Setidaknya hingga Dasarian II Oktober 2026, BMKG memprediksi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni 0-150 milimeter per dasarian.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan uap air untuk mendukung pembentukan awan hujan masih relatif terbatas, salah satunya berkaitan dengan pengaruh El Nino kategori sangat kuat,” tulis BMKG dalam laman resminya, dikutip Kamis (24/9).

Fenomena El Nino yang sangat kuat cenderung mengurangi kelembapan di wilayah Indonesia sehingga kondisi kering masih berpotensi berlanjut di sejumlah wilayah. Dampak El Nino diperkirakan mulai mereda pada November atau Desember seiring musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Bantul Hampir Lima Bulan Tanpa Hujan

Berdasarkan data per 20 September 2026, BMKG melaporkan sebanyak 17 provinsi mengalami hari tanpa hujan selama lebih dari satu bulan. Periode hari tanpa hujan (HTH) terpanjang tercatat di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yakni mencapai 141 hari alias hampir lima bulan.

Wilayah lain di DIY juga mengalami periode tanpa hujan yang panjang. HTH di Kulonprogo mencapai 118 hari, Gunungkidul 99 hari, serta Sleman dan Kota Yogyakarta masing-masing 98 hari.

HTH ekstrem panjang hingga hampir lima bulan juga terjadi antara lain di Wonogiri, Jawa Tengah, selama 139 hari; Magetan, Jawa Timur, 139 hari; Kupang, Nusa Tenggara Timur, 128 hari; serta Bima, Nusa Tenggara Barat, 125 hari.