Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar NU ke-35, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan kamera tersebut digunakan untuk memantau berbagai lokasi penting, mulai dari arena persidangan, akomodasi peserta, distribusi konsumsi hingga ruas jalan di sekitar lokasi muktamar.
"Santri tapi paham teknologi, sehingga dari tempat ini kita bisa mengetahui semua yang terjadi di arena Muktamar," ujar Gus Ipul saat meninjau Command Center Muktamar di MTs Bahrul Ulum Tambakberas, Selasa (25/8/2026).
Menurut Gus Ipul, Command Center tidak hanya digunakan untuk memantau kondisi lapangan, tetapi juga menjadi pusat koordinasi ketika terjadi persoalan yang membutuhkan penanganan cepat.
Baca Juga: Link Daftar Petugas Haji 2027, Jangan Sampai Ketinggalan!
Setiap laporan yang masuk akan dicatat dalam sistem dan diteruskan kepada petugas terkait sehingga proses penanganannya dapat dipantau secara langsung.
Gus Ipul berharap keberadaan Command Center dapat mempercepat pelayanan, membantu mengatasi persoalan di lapangan, sekaligus mempercepat pencarian solusi ketika terjadi kendala selama muktamar berlangsung.
Kartu Peserta Berbasis Chip
Selain sistem pengawasan, panitia juga menerapkan teknologi digital untuk memperketat sistem kepesertaan Muktamar NU ke-35.
Data peserta telah dipersiapkan, diverifikasi, dan dikunci sebelum kontingen tiba di lokasi muktamar. Setiap peserta kemudian menggunakan kartu identitas berbasis chip.
Anggota Steering Committee (SC) Muktamar NU ke-35, Muhammad Nuh, mengatakan kartu tersebut digunakan untuk membantu mengatur akses peserta ke sejumlah zona di arena muktamar.
"Sudah kita verifikasi. Sampai dengan model-model kepesertaan ini sudah kita siapkan. Sudah pakai chip," kata Nuh.
Kartu identitas tersebut juga terintegrasi dengan data foto pemilik sehingga dapat digunakan untuk membantu mencocokkan identitas peserta ketika melewati pintu masuk.
AI Jadi Asisten Virtual Peserta
Panitia juga mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pelayanan peserta selama muktamar.
Tim IT Muktamar NU ke-35 menyiapkan AI sebagai asisten virtual melalui layanan WhatsApp resmi panitia.
Peserta yang kesulitan menemukan lokasi kamar dapat mengirimkan foto kartu identitas melalui layanan tersebut untuk memperoleh informasi mengenai lokasi akomodasi.
Sistem yang sama juga dirancang untuk menerima laporan terkait barang hilang, barang temuan, hingga kondisi darurat di lokasi muktamar.
Setiap laporan akan diteruskan kepada petugas terdekat agar dapat segera ditangani.
"Dengan demikian hitungan menit, tidak sampai jam, kita sudah langsung ada yang menangani di lapangan," ujar Mukorobin Ma'rufi dari Tim IT Muktamar NU ke-35.
Baca Juga: Expo dan Bazar Muktamar NU ke-35 di Jombang Resmi Dibuka, Libatkan 1.300 UMKM
Penanganan Laporan Dipantau Real-Time
Kecepatan penanganan laporan dipantau melalui sistem Service Level Agreement (SLA).
Apabila sebuah laporan melewati batas waktu yang telah ditentukan, Command Center akan memberikan indikator peringatan. Dengan demikian, penanggung jawab sektor terkait dapat segera diketahui dan diminta melakukan penanganan.
Penerapan CCTV, kartu identitas berbasis chip, AI, dan Command Center diharapkan membuat pelaksanaan Muktamar NU ke-35 berlangsung lebih aman, tertib, dan cepat dalam memberikan pelayanan kepada peserta.